KATANYA:
Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu “darurat tsunami” di pesisir Banten dan Lampung.

Unggahan Facebook tersebut juga mencantumkan perkiraan gelombang tsunami tiba dalam 10–40 menit serta sejumlah wilayah dan jumlah penduduk yang disebut terancam.
FAKTANYA:
Tidak ada peringatan tsunami akibat erupsi Anak Krakatau.

Gunung Anak Krakatau memang berstatus Siaga dan masih berpotensi erupsi, tetapi pemantauan BMKG tidak menunjukkan adanya tsunami. Badan Geologi juga menyatakan kondisi morfologi Anak Krakatau saat ini tidak menunjukkan potensi keruntuhan yang dapat memicu tsunami seperti pada 2018.
Sumber: BMKG, Badan Geologi, Tirto.id
