Beredar klaim di media sosial bahwa konsumsi ikan lele menjadi penyebab utama meningkatnya kasus gagal ginjal. Informasi tersebut tidak benar.
KATANYA
Sebuah video yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa mengonsumsi ikan lele menjadi pemicu utama meningkatnya kasus gagal ginjal di masyarakat. Klaim tersebut bahkan dikaitkan dengan beban biaya BPJS Kesehatan yang disebut mencapai triliunan rupiah akibat penyakit tersebut.
FAKTANYA
Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa ikan lele secara langsung menyebabkan gagal ginjal. Permasalahan kesehatan yang mungkin muncul lebih berkaitan dengan faktor lain, seperti kualitas budidaya dan cara pengolahan.
Pada praktik budidaya yang tidak baik, penggunaan antibiotik berlebihan dapat meninggalkan residu. Namun, risiko utama dari residu tersebut adalah resistensi bakteri, bukan kerusakan ginjal secara langsung. Selain itu, metode pengolahan yang tidak sehat—seperti penggunaan minyak jelantah atau kadar garam berlebih—juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan secara umum.
Selama ikan lele berasal dari sumber yang bersih dan diolah dengan cara yang tepat, ikan ini tetap merupakan sumber protein yang aman dan bergizi.
Klaim bahwa konsumsi ikan lele menjadi penyebab utama gagal ginjal tidak benar. Informasi tersebut merupakan penyederhanaan berlebihan yang menyesatkan. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada klaim kesehatan yang viral tanpa dasar ilmiah serta tetap menerapkan pola konsumsi yang sehat dan seimbang.
